sejarah

DAERAH MISI BOLAANG MONGONDOW, MODOINDING & GORONTALO

1. Awal Masuknya Advent di Sulawesi Utara

Pekerjaan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Indonesia dimulai awal 1900-an melalui pekabaran Injil oleh misionaris asing, lalu berkembang pesat di wilayah Minahasa dan Sulawesi Utara.

Dari pusat perkembangan di Minahasa, pekabaran Injil kemudian meluas ke daerah-daerah:

  • Bolaang Mongondow

  • Modoinding

  • Gorontalo

melalui penginjilan literatur, penginjilan medis, dan pelayanan sekolah Sabat rumah tangga.

2. Perkembangan di Bolaang Mongondow (Bolmong)

Pekerjaan Advent di Bolaang Mongondow mulai berkembang melalui:

  • Penginjilan oleh pendeta dan pekerja Alkitab dari Minahasa

  • Kunjungan misionaris lokal

  • Pembukaan cabang Sekolah Sabat

  • Berdirinya jemaat-jemaat kecil di desa-desa

Seiring pertumbuhan anggota, dibentuklah pengaturan wilayah pelayanan tersendiri hingga akhirnya menjadi bagian dari struktur Daerah Misi.

3. Perkembangan di Modoinding

Modoinding dikenal sebagai daerah pertanian dan memiliki komunitas Advent yang cukup kuat.

Perkembangan terjadi melalui:

  • Pendidikan Kristen

  • Kebangunan rohani

  • Peran aktif pemuda dan wanita

  • Kegiatan penginjilan umum dan penginjilan tenda

Beberapa keluarga perintis menjadi fondasi kuat berdirinya jemaat-jemaat tetap.

4. Perkembangan di Gorontalo

Pekabaran Advent di Gorontalo menghadapi tantangan budaya dan geografis.

Namun melalui:

  • Penginjilan literatur

  • Pelayanan kesehatan

  • Pendekatan keluarga

  • Perintisan cabang Sekolah Sabat

akhirnya terbentuk jemaat-jemaat yang stabil dan berkembang.

5. Pembentukan Daerah Misi

Karena pertumbuhan anggota dan luasnya wilayah pelayanan, dibentuklah Daerah Misi untuk:

  • Mengkoordinir jemaat-jemaat

  • Mengatur penginjilan wilayah

  • Membina departemen-departemen

  • Memperkuat administrasi gereja

Struktur Daerah Misi meliputi:

  • Ketua

  • Sekretaris

  • Bendahara

  • Departemen-departemen pelayanan

  • Komite daerah